Gara-gara Facebook

..MARET 2009..

Saat itu facebook mulai naik daun dan mengalahkan ketenaran friendster. Saya yang udah punya facebook sejak pertengahan 2008 pun mulai mengintip facebook saya lagi, dan pelan-pelan menghapus data-data di friendster sampai akhirnya menonaktifkan friendster untuk selamanya.

Sebenarnya bukan tanpa alasan saya menutup account friendster saya. Tahun ini, 2009, tepatnya bulan Maret 2009, saya ingin menutup lembaran lama saya, dan membuka lembaran baru saya.

Sedikit review ke belakang. Tahun 2007-2008 adalah salah dua tahun terburuk dalam hidup saya. Saya mengalami masa dimana saya salah memilih pasangan hidup (baca : pacar), sehingga berdampak negatif yang lumayan besar terhadap pendidikan saya dan hubungan saya dengan orang tua, serta hubungan saya dengan Tuhan.

Ramadhan 2008 memberikan pukulan yang cukup berat, sampai akhirnya saya memutuskan untuk berjilbab sehari setelah Idul Fitri tahun 2008. Mungkin itu yang namanya hidayah, saya sendiri ga tahu. Satu hal yang pasti saya rasakan saat itu, ingin sekali saya mensucikan diri, kembali ke fitrah-Nya, dan melindungi “diri” saya dari pengaruh buruk yang ada di luar diri saya.

Pelan-pelan saya mulai bisa membenahi diri, meneruskan pendidikan saya yang tertunda, dan yang pasti menumbuhkan kembali cinta orang tua kepada saya. Sampai akhirnya pada awal Maret 2009, saya mulai merasakan bahwa diri saya mulai membaik. Walaupun terkadang masih ada sisa-sisa panggilan masa lalu yang mengusik keteguhan hati saya untuk menjadi diri yang lebih positif.

Kembali ke facebook. Berbarengan dengan keingintahuan saya untuk mengeksplorasi social media yang mulai tenar itu, saya menerima friend request dari Mas Agung, teman saya semasa SMA. Kami sekelas saat kelas 2 dan 3 di SMAN 54 Jakarta. Mas Agung yang saya kenal dulu adalah sosok yang pendiam, santun, pintar, dan suka banget sama yang namanya game.

Ga ada perasaan khusus saat pertama kali kami berhubungan lagi lewat facebook. Setelah 6 tahun ga ketemu (uhm..sempat ketemu sebentar sih waktu buka bersama IPA 1 tahun 2007), saya pun ga punya nomor handphonenya di phone book saya. Aneh. Padahal hampir semua anak 3 IPA 1 saya simpan nomornya di phone book.

Setelah terhubung dengan Mas Agung di facebook, sesekali dia menyapa saya lewat komen di status saya. Tapi hanya sesekali. Setelah itu sempat hilang beberapa saat, bertepatan dengan dirawatnya saya di rumah sakit selama seminggu karena demam berdarah.

Seumur hidup ini pengalaman pertama saya sakit sampai dirawat. Selama dirawat, masa lalu saya sempat mengganggu saya, bahkan memaki-maki saya lewat telfon dan sms. Hal tersebut membuat saya sangat shock. Orang itu benar-benar ga punya hati nurani! Saya sedang dirawat di rumah sakit, tapi dia malah menyakiti saya lagi, menanyakan kabar saya sedikit pun ga.

Saya tahu ayah saya yang saat itu sedang dirawat juga di ruangan yang sama mengetahui bahwa putrinya sedang kacau. Tanpa banyak berkata apa-apa, beliau menyuruh saya tidur dan istirahat. Sedih Saya pun tidur dalam tangis dan bertekad dalam hati, kalau besok trombosit saya naik dan akhirnya saya boleh pulang ke rumah, saya akan benar-benar mengubur masa lalu saya sedalam-dalamnya, dan ga akan pernah berhubungan lagi dengannya.

Tuhan mendengar tekad saya. Pagi harinya saat saya bangun, perawat datang membawa hasil laboratorium dan mengatakan bahwa trombosit saya mulai membaik. Kalau nanti sore hasilnya semakin bagus, besok saya boleh pulang. Alhamdulillah! Saya tahu saat itu saya harus memenuhi janji saya semalam.

Beberapa hari setelah saya pulang dari rumah sakit (yang kemudian disusul ayah saya esoknya), saya mulai sibuk beraktivitas di bangsal anak Rumah Sakit Kanker Dharmais. Untuk mengejar skripsi saya yang tertinggal, saya memutuskan untuk ganti topik tentang kanker anak dan menjadi relawan di Dharmais.

Sesekali saat ada waktu senggang saya iseng buka facebook, dan melihat profil Mas Agung. Hhe..tiba-tiba saya ingat dia lagi, entah kenapa. Saya perhatikan sepertinya dia sedang dalam keadaan yang ga baik-baik saja. Seperti sedang galau, putus cinta, atau ga tahu kenapa. Yang saya lihat saat itu, beberapa statusnya ada yang menuliskan tentang kegundahan hatinya, terkadang ada juga dari seorang wanita berjilbab berinisial D. Humm…saya jadi ga enak mau mengganggunya.

Saya mulai membenamkan diri dalam kesibukan kuliah, skripsi, dan menjadi relawan di Dharmais. Saya seperti hidup kembali *jadi inget judul lagu*. Seperti menemukan kembali semangat saya. Dan saya merasa hidup saya berjalan lebih positif daripada sebelumnya. Saya merasa berarti dan kembali melihat senyum di sekeliling saya

..APRIL 2009..

Seperti hari Sabtu biasanya, saya yang saat itu statusnya jomblo *haha..ini penting*, menghabiskan Sabtu sore dengan berleha-leha di kamar, menikmati waktu istirahat sambil browsing internet. Saya lupa saat itu sedang update status apa. Yang saya ingat, sesaat setelah update status, masuklah komen dari Mas Agung. Wah, dia muncul, hehehe *cengar cengir*.

Saat itu dia sedang pergi dengan teman-temannya. Nonton, makan, nonton lagi, kayakna puas dan seru banget deh. Setelah berbalas komen beberapa kali, saya yang awalnya browsing di komputer pindah ke handphone dan cengar cengir di kasur, akhirnya didapat satu kesimpulan. Ternyata..Mas Agung jomblo! yeayyy.. *jingkrak jingkrak dalam hati* *eh tapi jaim dulu*. Humm humm, hahaha, weiss..apa ini, kok malah kesenengan sendiri. Sabar dulu Cassa.. Cari tahu dulu, cewe jilbab berinisial D itu siapa.

Setelah beberapa kali komen lagi, akhirnya dijawab juga, bahwa inisial D itu bukan siapa-siapa. Toh status relationship Mas Agung di facebooknya juga single kok.

Uhm..trus kenapa? Langsung percaya gitu aja? Kalo dibohongin lagi gimana?

Yahh, berdasarkan pengalaman pahit di masa lalu, saya pun berusaha meredam rasa seneng yang tiba-tiba muncul itu. Sabar dulu Cassa.. Slow.. Biar waktu yang menjawab *kayak judul lagu lagi*. Saya pun nikmati dulu komunikasi yang terjalin di antara kami berdua saat itu.

Hari demi hari di April yang ceria itu *beneran ceria lho, kan saya baru hidup kembali*, komunikasi kami terjalin semakin intens. Saya yang saat itu rajin update status di facebook, dibalas dengan komen dari Mas Agung yang rajin juga datengnya. Tiap update status saya pasti ada komennya Mas Agung.

Ga percaya? Beneran. Liat aja di facebook saya yang sekarang sudah pake format timeline, yang bikin kita bisa liat history facebook kita sejak awal dibuat sampai sekarang. Hihi..Mas Agung pasti ga mau mengakui ini. Tapi fakta menunjukkan bahwa ini benar. Hahaa..

Komen yang datang dari Mas Agung beraneka ragam. Mulai dari serius komenin update status saya, sampai ucapan “Semangat ya Cassa”, “Cheer up Cassa”, “Keep smile yaa”. Hahaha..dia perhatian sekali. Dia baik sekali. Dan dia membangkitkan semangat saya lagi.

Komen-komennya seolah menemani hari-hari saya, dimanapun saya berada. Lama-lama saya semakin menikmati hubungan ini. Dan mungkin juga saat itu Mas Agung sudah mulai menaruh hati pada saya *sumpah, klo ini saya kegeeran*

Hari ulang tahun saya yang ke-24, 29 April 2009, jatuh pada hari Selasa. Berbarengan dengan training tentang sertifikasi halal yang sedang dijalani Mas Agung di Bogor. Setiap pulang training dia sering mengeluh capek, dan saya pun berusaha menyemangatinya.

Oiya, saat itu komunikasi kami sudah pindah ke sms. Hehee..kami udah tuker-tukeran nomor hp dunk. Waktu lagi mengeluh capek, Mas Agung bilang kalo capeknya bisa ilang kalo ada yang traktir makan, nonton, sama ke dufan. Hoalahh..ini toh nodong namanya, haha..

Naahh kebetulan, Sabtu, 2 Mei 2009, film yang pernah kami bahas di salah satu komen facebook, Wolverine, udah tayang. Sebenernya kita ga ada rencana mau nonton bareng. Cuman basa basi komen aja. Justru hari itu rencananya saya mau ikut rombongan anak-anak Dharmais acara di Ragunan.

Sampai jam 8 pagi, saya tunggu kabar, ga ada yang mengabari kepastian acara itu. Pas lagi iseng smsan sama Mas Agung, saya cerita kalau saya lagi bete karna acara ke Ragunan batal (saya yang batal ikut maksudnya, karna ga masuk daftar).

Eh tiba-tiba ada yang gerak cepat, langsung sms gini, “Eh, Wolverine khan udah tayang tuh. Daripada bete, mendingan kita nonton aja yuk sa“. Hahaha.. *jingkrak jingkrak lagi dalam hati* Uhm, daripada bete di rumah, yaudah saya iyakan, hhe

Rencananya Mas Agung mau jemput jam 11 siang. Mas Agung minta alamat rumah saya. Karna Mas Agung belum pernah ke rumah saya, dan karna rumah saya agak ribet buat ditunjukkin jalannya, saya menawarkan untuk ketemuan aja di Pondok Kopi. Tapi Mas Agung tetep kekeuh mau jemput di rumah saya. Hehe, waktu itu saya belum familiar sama teknologi yang namanya GPS (Global Positioning System) alias minta cariin rute di internet, hhe.

Sekitar jam 11, saya sudah siap, dan ga lama ada mobil parkir di depan rumah. Saya ga mengira kalau itu Mas Agung. Saya pikir Mas Agung naik motor. Kebetulan waktu itu rumah saya lagi direnovasi, dan Mas Agung nanya sama tukang yang lagi ada di depan rumah, “Misi mas, ini bener rumah Cassa?”. Cassa?! Waduh, mana ada yang kenal nama Cassa di sini. Itu khan cuma nickname saya di SMA, hehe.

Saya yang saat itu udah berdiri di depan pintu samping, langsung menuju keluar dan menarik Mas Agung ke dalam untuk dikenalkan ke orang tua saya. Wah, langsung dikenalin ke ortu?? Eh, saya waktu itu ga ada maksud apa-apa lho.

Ga tahu kenapa saya pengen aja kenalin Mas Agung ke orang tua saya. Mungkin karna dia satu-satunya cwo yang berani langsung jemput saya di depan rumah, saat pertama kali mau ngajak saya pergi, dan saya pikir sudah seharusnya saya kenalin ke orang tua saya. Supaya orang tua saya tahu saya mau pergi sama siapa, dan biar lebih tenang aja.

Ayah saya yang sedang makan di ruang makan langsung nanyain Mas Agung kenal dimana, tinggal dimana, dan mau kemana *hihihii..namanya juga mau nyulik anak gadis orang*. Sedangkan ibu saya sih saat itu langsung iya-iya aja, dan ga banyak nanya-nanya. Ga lama kami pun berhasil pergi dengan sukses, diantar dengan pesan dari ayah saya, “Jangan pulang kemalaman ya“. Siap papa!!

Hihiy..saya syenang! Akhirnya saya punya kencan malam minggu, setelah beberapa kali ganti pacar ga pernah ada yang ngajak malam mingguan *hiks, kasian bgt* Eits, tunggu dulu, ini khan masih tahap penjajakan, belum resmi pacaran. Hehehe.. Btw, Mas Agung gayanya beda lho sama waktu SMA. Waktu jalan itu rambutnya cepak. Pertama kali liat cepaknya di facebook agak kaget. Tapi pas udah ketemu langsung, ganteng juga *moga-moga Mas Agung ga baca ini*

Sejak hari itu, komunikasi kami semakin dalam, semakin sering menunjukkan perhatian, dan semakin nyaman satu sama lain. Kami pun bikin janji untuk ketemu lagi dua minggu kemudian untuk jalan-jalan ke Dufan bareng. Janji ga sengaja karna ditawarin tiket promo Dufan sama Tata, teman relawan di Dharmais. Rencananya sih mau double date. Cerita tentang Dufan berlanjut di postingan berikutnya ya.

Berawal dari facebook, wolverine, berlanjut ke seterusnya, seterusnya, dan seterusnya… *senyum lebar*

2 thoughts on “Gara-gara Facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s