My birthday this year = my dad getting sick :(

April taun ini, tepatnya tanggal 29 kemarin. Umur saya bertambah (atau berkurang?) jadi 27 taun. Kok brasa makin menjauhi 20 dan makin mendekati 30 ya (ga terima). Seperti ulang tahun sebelumnya setelah saya married, pengen donk ada perayaan yang spesial. Biar ga lewat gitu aja harinya.

Nah, berhubung tanggal 28 dan 29 April adik-adik ipar saya (Dewi dan Tami) mau nonton konser Suju (Super Junior) di Ancol, jadilah sekalian mertua ngajakin keluarga besar nginep di Putri Duyung Cottage. Sekalian mau ngerayain ultah saya hari Minggunya di Jimbaran, Ancol.

Berhubung Sabtu tgl 28 kemarin pas jadwal Mas Agung pendidikan di kantornya. Jadilah saya, Dika, dan kedua orang tua saya berangkat duluan dijemput supirnya mertua. Sorenya Mas Agung baru nyusul sepulang dari kantornya.

Acara malam minggu itu cuma makan malam bersama di cottage, dan tadinya Dewi mau ngajakin naik perahu layar. Sekitar jam setengah 8, papa dan bapak mertua pulang dari mesjid di dekat cottage. Sebelum makan malam, saya liat papa dan mama lagi duduk-duduk aja di teras. Sementara saya lagi asik jeprat jepret pake kamera barunya Mas Agung.

Tiba-tiba saya liat mama panik dan pegang-pegang tangan papa. Mama juga teriak-teriak minta saya pijit-pijit tangan papa, dan manggil Mas Agung keluar untuk bantu papah papa ke dalam. Ternyata, badan papa kebal atau lumpuh sesaat yang sebelah kiri. Untungnya papa masih dalam kondisi sadar sepenuhnya. Ya Allah!! Saya langsung dagdigdug ga karuan. Tapi tetap berusaha menenangkan diri untuk mengimbangi kepanikan mama.

Sementara papa sudah dibaringkan di kasur dan sedang diberi aromaterapi. Bapak mertua menghubungi dokter klinik. Saya sendiri ga ngerti harus gimana. Saya berusaha untuk mengontrol emosi diri supaya ga panik berlebihan, sambil mulut tetap komat kamit baca Al Fatihah untuk keselamatan papa.

Reaksi saya saat itu adalah diam. Saya takut ada air mata jatuh. Saya takut ada kecemasan muncul. Saya ga ngerti kenapa bisa begitu. Selama ini yang saya tahu, saya orangnya gampang nangis kalau ada hal yang bikin sedih. Jangankan pas ada kejadian sedih, bayangin hal-hal sedih aja pasti langsung nangis. Tapi saat itu saya cuma bisa diam. Mungkin saya lumayan shock. Atau berusaha membuat pertahanan diri?

Ga berapa lama orang-orang dari klinik Ancol datang dan membawa papa ke klinik. Mas Agung sempat tanya saya mau ikut atau ga. Cuma dia yang tahu betapa besarnya sayang saya sama papa (karna saya ga pernah ungkapin langsung ke papa, ga biasa) dan betapa sedihnya saya saat itu, walopun saya berusaha terlihat tenang.

Tapi saya memilih untuk tinggal di cottage saja. Saya harus menjaga Dika. Dika bisa nangis kalau saya tinggal, dan dia juga ga mungkin dibawa-bawa ke klinik. Akhirnya Mas Agung dan mama yang menemani papa ke klinik.

Setengah jam kemudian papa kembali dari klinik. Di klinik papa diberi obat untuk menurunkan tekanan darah. Ternyata tekanan darah papa tinggi, 160/100. God! Jangan-jangan ini gara-gara tadi sore saya bikinin kopi buat papa. Padahal awalnya papa cuma mau minum teh.

Udah 3 taun terakhir papa punya tekanan darah yang terkadang cukup tinggi. Tapi saya ga tahu kalau resikonya sudah sebesar itu. Padahal mama udah mengingatkan berkali-kali. Tapi saya slalu berpikir mama terlalu berlebihan. Jadi kadang saya mengizinkan papa makan duren, minum kopi, makan daging kambing, dan makan jajanan yang dia suka. Kasian papa suka mupeng. Toh ga sering-sering juga.

Tapi sayangnya, saya ga kebayang kalau bisa sampai kejadian begini. Papa lumpuh sesaat selama beberapa detik. Brarti, secara ga langsung ini salah saya donk😥

Setelah dari klinik papa merasa sudah baikan. Bahkan papa merasa ga apa-apa jalan sendiri tanpa dipapah. Tapi bapak dan ibu mertua yang selalu langsung ke dokter saat ada masalah penyakit dalam keluarganya ga mau ambil resiko yang ga keduga. Bapak dan ibu menyarankan (tepatnya menyuruh) papa untuk dibawa ke UGD rumah sakit terdekat.

Akhirnya berangkatlah papa menuju UGD RS Mitra Kemayoran ditemani mama, Mas Agung, dan bapak mertua. Saya tetap memilih tinggal di tempat. Kasian Dika.

Selama mereka ke Mitra, ibu mertua mengajak saya dan Dewi untuk jalan-jalan di sekitar Ancol. Saat jalan-jalan itu perasaan saya gamang, entah apa yang harus saya lakukan saat itu. Segala sesuatunya belum pasti. Dan saya hanya bisa berdoa. Untungnya ga lama Dika tidur. Jadi saya bisa terhanyut dalam kegamangan saya.

Jam 10 malam kami kembali ke cottage. Ternyata papa belum kembali dari Mitra. Ibu mertua yang hari itu sempat kambuh alerginya langsung tertidur di sofa. Terlihat sangat lemas sekali. Jam 11 malam ibu dan Dewi keluar cottage lagi untuk menjemput Tami yang nonton konser malam itu. Saya tetap tinggal sendiri di cottage, karna Dika udah tidur pulas.

Saya mau tidur juga, rasanya seluruh badan pegel pegel, kepala keleyengan, lemes semuanya. Mungkin efek dari shock tadi. Tapi saya bertahan untuk ga tidur. Demi menunggu kabar tentang papa. Saya coba hubungi Mas Agung, tapi ga ada balasan.

Akhirnya saya coba bbm mama, dan ternyata papa dan mama lagi dalam perjalanan ke RS Mitra Bekasi Barat, karena papa harus dirawat. Dirawat? Why?

Ternyata papa kena serangan stroke ringan. What?! Stroke?! Ya Allah…kenapa sampai begini??

Menurut dokter di Mitra Kemayoran, papa mengalami serangan stroke ringan akibat sumbatan sesaat pada pembuluh darah. Kalau saya ingat-ingat mata kuliah neuropsikologi (yg saya ulang satu kali) papa mengalami TIA (trancient ischemic attack). Alhamdulillahnya setelah di CT-Scan, ga ada perdarahan di otak. Tapi papa perlu diperiksa lebih lanjut secaa keseluruhan, dan papa harus dirawat. Karna ga mau terlalu jauh dari rumah, papa minta dirawat di Mitra Bekasi Barat.

Ya Allah…perasaan saya malam itu semakin gamang. Rasanya aneh. Aneh sekali. Tepat jam 12 malam itu masuk hari ulang tahun saya. Tapi saya harus mengalami kejadian seperti ini. Papa sakit. Stroke.

Penyakit yang (menurut sumber yang saya baca) akan selalu menetap di dalam tubuhnya. Papa harus minum obat setiap hari seumur hidupnya. Papa harus jaga makanan dan cukup istirahat. Padahal yang saya tahu selama ini, papa saya adalah orang terhebat dan terkuat.

Papa bisa segalanya, dari mulai benerin saluran air kamar mandi saya, sampai bikin hidup lagi mobil sedan yang mesinnya udah mati korslet karna kerendam banjir 3 hari. Papa ga pernah mengeluh capek. Papa sering nyetir mobil keluar kota kalau tiba-tiba lagi pengin pulang ke Jawa. Papa bisa seharian ngutak ngutik barang apa aja yang rusak di rumah, dan ga bakal brenti sebelum bener.

Sekarang, setelah papa mendapat serangan stroke, mungkin papa ga bisa sekuat dulu. Mungkin papa masih merasa kuat dan mampu. Tapi kami orang-orang di sekitarnya, ga akan tega membiarkan dia melakukan hal yang beresiko bagi dirinya.

Saya ga tahu apa saya berlebihan menanggapi ini. Tapi apapun itu pandangan orang, yang jelas saya sedih. Sedih sedalam-dalamnya. Sedih dan cemas yang berusaha saya tekan tapi mungkin akan sering membayangi saya. Saya takut memikirkan kemungkinan terburuk.

Kalau kata Mas Agung, selama seminggu setelah kejadian papa itu saya seperti mengawang-awang. Saya masih bisa ketawa, saya masih bisa ngobrol, tapi terlihat ga plong. Dan kata Mas Agung lagi, saya harus wake up dan belajar menerima kenyataan. Terus berdoa dan berdoa. Semoga Mas Agung slalu bersedia menjadi pegangan saya dalam kegamangan ini.

Malam itu, Minggu, 29 April 2012, tepat di ulang tahun saya ke 27, saya seperti kehilangan momen. Saya adalah seorang “princess wannabe” yang ingin selalu ada hal spesial di hari yang spesial. Tapi saat itu saya merasa ga butuh itu semua. Saya cuma ingin papa sehat, sehat, dan sehat. Semoga doa panjang umur dari orang-orang di sekitar saya bisa diteruskan juga buat papa.

Panjang umur ya papa.. Sehat terus. Jangan naik lagi tekanan darahnya. Semoga papa bisa terus berkarya dan bisa kembali jadi “Macgyver” buat keluarganya. Smoga papa masih bisa liat Dika nikah, bertahun-tahun lagi.

Dian sayang papa..
Selalu dan selamanya..😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s