Gerhana Kembar

Seminggu yang lalu saya iseng liat-liat rak buku yang udah lama ga saya tengok. Hihihi, ngakunya pecinta buku, tapi buku-buku dianggurin aja di rak.

Entah kenapa saya lagi pengin banget baca sesuatu yang menarik. Novel atau apapun itu, yang penting bisa buat ngisi waktu sambil belajar banyak hal baru. Yah maklumlah, sejak jadi ibu rumah tangga dengan satu anak, saya sering berasa kurang produktif untuk diri sendiri. Karna ga ada kegiatan lain selain ngurus anak dan suami di rumah.

Kembali ke rak buku. Saya coba telusuri satu-satu judul buku yang ada di situ. Siapa tahu ada bacaan ringan yang belum selesai saya baca. Jari saya berhenti di sebuah buku bercover warna suram dengan siluet wanita di bagian depannya. Judulnya Gerhana Kembar by : Clara Ng.

20120607-141704.jpg
gambar diambil dari http://www.bukabuku.com

Saya ga inget kapan tepatnya beli buku ini. Kayaknya sih sebelum saya married. Pernah suatu kali liat buku ini di Gramedia, waktu liat judulnya saya jadi ingat cerber yang pernah saya baca di koran Kompas. Novel ini memang pernah dimuat di koran Kompas sebagai cerita bersambung. Tapi dulu saya bacanya loncat-loncat, karna papa saya ga rutin beli koran Kompas, sekali-kali aja.

Di dalam novel ini ada tokoh yang digambarkan sebagai seorang lesbian. Errr..jadi agak males dikit ya mau baca lagi. Tapi bukannya saya homofobia lho. Cuma agak geli aja kalau ada tulisan yang menggambarkan adegan lesbian berhubungan intim. Suami saya pun sempat kaget waktu saya bilang novel ini tentang lesbian.

Tapi yaa sudahlah. Saya cuma lagi butuh bacaan untuk mengisi waktu dan sejenak masuk ke dunia lain selain kehidupan nyata saya.

Saya sengaja membacanya ulang dari awal. Biar ga bingung ngikutin alurnya. Saya baca mulai dari prolog, bab 1, bab 2, bab 3, dst dst.. Wah, ternyata novel ini menarik. Gaya penulisan dan pengaturan alurnya bagus. Bahasanya pun halus tapi ga berat. Dan yang jadi nilai plus buat saya karna tokoh utamanya seumuran saya (haha ini penting lho). Dengan bahasa dan alur yang bagus, tiap kali ada adegan homoseksualnya ga membuat saya merinding atau geli. Pokoknya oke deh.

Akhirnya saya teruskan membaca sampai selesai. Dan pas seminggu saya pun sampai pada bagian epilog atau akhir novel itu. Recomended!

Saya ga akan nulis resensi atau sinopsis bukunya ya. Saya lebih tertarik untuk mengomentari buku ini. Menurut saya, paduan antara cerita yang diangkat dalam buku dan gaya penulisan novelisnya mampu menghasilkan buku yang bagus dan menarik untuk dibaca.

Clara Ng sebagai penulisnya berani untuk mengangkat topik yang sensitif tentang homoseksual, tapi sebenarnya bukan itu inti ceritanya. Saya rasa semua orang setuju untuk membaca buku ini kalau akhirnya tahu apa inti ceritanya. Inti ceritanya adalah cinta ibu kepada anaknya.

Menggambarkan sebuah pengorbanan besar dari hati seorang ibu untuk anaknya, dan juga kebesaran hati sang anak untuk berdamai dengan masa lalunya. Banyak lho manusia dewasa yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya (saya merasa tersindir dengan kalimat saya sendiri).

Well, menurut saya novel ini bagus. Clara Ng pastilah penulis profesional (bukan penulis otodidak yang banyak bermunculan sekarang ini). Kenapa saya ga baca novel ini dari dulu ya? Malah dibiarin kesimpen dulu di rak buku bertahun-tahun. Hehee..

Saya jadi ketagihan pengin baca novelnya Clara Ng yang lain. Ada beberapa sih yang udah saya baca resensinya dan sepertinya menarik. Dimsum Terakhir dan (un) reality show. Ada yang bersedia beliin buat saya? =p Atau sebenarnya masih ada novel-novel lain karangan Clara Ng yang terbaru dan ga kalah bagusnya dengan Gerhana Kembar.

Aaaaaakk rasanya pengin ngabur ke toko buku sekarang juga trus ngeborong semua buku-buku bagus! (ini berlebihan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s