Dunia luar untuk Dika

Dear sayangku Dika..

Dunia luar itu memang kelihatannya kejam sayang. Tapi kenyataannya ga seburuk itu kok. Masih banyak kedamaian dan keindahan yang bisa didapatkan kalau kita senantiasa bersyukur dan berdoa kepada Allah Swt.

Dika sayang,
Maaf ya mama tadi ga membelamu waktu ada anak yang lebih besar tiba-tiba meng’abuse’ kamu waktu main di playground Hermina Bekasi. Bahumu dipegangin dan tiba-tiba kakimu ditendang sampai kamu jatuh. Saat itu kamu kelihatan kaget, sempat terdiam beberapa detik, lalu nangis sambil menghampiri mama. Tapi mama ga berbuat apa-apa sama anak itu. Padahal rasanya mama pengin nendang balik, tapi mama ga punya keberanian. Selalu begitu. Mama ga berani, hanya berani di dalam hati saja. Dan menyesal semalaman ini.

Begitu juga waktu kamu main di playground Hermina Jatinegara. Ada anak yang lebih besar ingin manjat rumah-rumahan, sementara di bawah kakinya ada tubuhmu yang lebih kecil sedang berusaha memasuki lorong. Anak itu memang berusaha untuk ga menginjakmu. Tapi dia justru mendorongmu untuk cepat-cepat masuk ke lorong. Mama yang saat itu tepat di belakangmu malah ga berbuat apa-apa. Cuma was-was sambil berusaha berjaga-jaga jangan sampai kamu terinjak. Lagi-lagi mama ga berani untuk tegas melindungimu.

Dika yang selalu mama sayang,
Mungkin sadar ga sadar mama sering membentakmu atau melarangmu melakukan sesuatu. Tapi mama tetap sayang kamu kok. Wajahmu yang tiba-tiba diam dan terlihat sedih setelahnya selalu bikin mama sadar kembali, bahwa kamu belum bisa mengerti banyak hal, dan ga seharusnya dimarahin. Tapi mama ga rela lihat orang lain bentak kamu atau marahin kamu atau bahkan sekedar ngerjain kamu karna kamu lucu. Kamu bukan boneka sayang. Kamu anak mama dan papa. Manusia seutuhnya yang seharusnya dihormati dan dijaga.

Dika sayang,
Maafkan mama karna masih sering lalai menjagamu dari dunia luar, atau bahkan dari dunia kita sendiri. Mama sempat kuatir kamu akan jadi anak yang penakut dan sering diabuse sama teman-temanmu nanti. Dulu mama pernah merasakan itu. Bukan secara fisik, tapi secara psikis. Rasanya ga enak banget sayang. Makanya mama pengin kamu jadi anak yang kuat, berani, dan bisa melindungi dirimu sendiri.

Kalau ada yang jahatin atau isengin kamu, lebih baik kamu menghindar sebelum diapa-apain. Kalau ga sempat menghindar, kamu boleh melawan. Tapi untuk melindungi dirimu, bukan untuk menyakiti mereka. Dan tetap jaga emosimu.

Jadilah anak yang baik dan ramah sama setiap orang. Senyummu manis sekali, dan banyak orang yang menyukainya. Semoga sampai kapanpun senyummu selalu bisa menghangatkan hati orang lain yang melihatnya.

Dunia ga sekejam itu kok sayang. Buktinya waktu tadi kamu nangis di Hermina karena takut ketemu dokter, tiba-tiba ada kakak yang langsung deketin dan nanyain kenapa kamu nangis. Dia peduli sama kamu.

Mama slalu doain yang terbaik untuk Dika. Sekalipun nantinya akan lahir anak-anak mama yang lain, yang akan jadi adik-adiknya Dika, cinta mama tetap satu utuh buat Dika. Kalau nanti mama udah ga bisa jagain kamu terus, Dika mesti jaga diri sendiri ya. Harus berani, kuat, dan tetap jadi orang yang baik. Selalu minta perlindungan dari Allah Swt dimanapun Dika berada.

Luv u so much my Adika :*

20120711-011630.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s