“Devil”nya Dika

Heufftt.. Mungkin tulisan saya kali ini akan berisi banyak keluhan, terutama tentang Dika. Tapi ga papa khan ya. Salah satu tujuan saya bikin blog ini adalah untuk berbagi cerita, sharing pengalaman, sekaligus tempat berkeluh kesah ketika saya udah habis akal harus curhat kemana karna belum dapat jalan keluarnya.

Saya sangat mengakui (and i’m very proud) kalau Dika adalah anak manis yang lucu, suka berbagi, murah senyum, dan mau main sama siapa aja. He’s very cute and innocent boy.

Tapi memang setiap orang selalu punya dua sisi yang berbeda. Begitu juga Dika. Yaah walopun kepribadian Dika masih bisa berkembang dan berubah. Tapi kali ini saya mau bicara tentang saat ini. Sekarang. Saat Dika adalah seorang anak batita yang sebulan lagi genap dua tahun dan lagi punya curiousity yang tinggi untuk mengeksplor lingkungannya.

Sisi “devil”nya Dika itu susah makan (tapi klo ngemil doyan) dan hobi banget lempar melempar barang. Mungkin hampir semua barang udah dia lempar (kecuali yang segede-gede tv ya, ga mungkin juga khan dia lempar).

Makin hari kebiasaan buruknya ini makin jadi. Dan saya sampai kehabisan akal harus bagaimana mengatasinya. Saya udah pernah hilang kesabaran sampai bentak Dika dan cubit tangannya. Tapi setelah itu saya nyesel senyesel-nyeselnya dan berjanji sama diri sendiri ga akan melakukan “kekerasan” apapun sama Dika.

Kadang yang bikin saya tambah bingung kalau Dika melakukan kebiasaannya ini di depan orang lain selain kami orang tuanya (misalnya di depan eyang-eyangnya atau saudara yang lain). Saya jadi serba salah. Mau bentak ga bisa (dan ga mau). Tapi didiemin juga kesannya kok ga bisa didik anak banget ya. Udah pernah pake cara macem-macem deh.

Menurut info yang saya dapet sih, cara paling efektif adalah dengan isyarat mata dan bahasa tubuh. Karna anak seumur Dika masih susah kalau pake omongan. Soalnya khan dia belum bisa ngomong lancar. Jadi komunikasi dua arahnya belum bisa dilakukan sempurna.

Cara yang saya dapat dari teman-teman di facebook seperti ini, kalau Dika lagi kambuh tuh lempar melemparnya, saya liatin dia dengan tatapan ga suka dengan perilakunya, trus ambil barang yang dia lempar, dan jangan dikasih lagi. Tapi kok yaa masih ga mempan juga. Kalau udah digituin Dikanya malah ngambek, tiduran di lantai, sambil merengek. Duh! Malah nambah satu lagi kebiasaan buruknya.

Pffftt.. Saya udah habis akal nih. Jadi saya mesti gimana donk??? Any share temans???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s