Progress rumah Simprug Garden

Hurraayy..rumahnya udah mau jadi! Terakhir saya datang kesana ternyata banyak banget perubahan. Surprise banget! Padahal tadinya udah agak males mau berangkat ke Cikarang. Takut kecewa karna rumahnya masih gitu-gitu aja.

Eh ga taunya udah tinggal finishing touch loh. Tinggal dicat ulang semuanya, sama pasang interior rumah kayak gantungan baju, lampu, dan segala macam barang yang harus dipaku di dinding dengan bantuan tukang.

Sabtu depan udah bisa pasang gorden, teralis, sama wallpaper. Kebetulan jadinya barengan. Kalo kitchen setnya masih sebulan lagi, huhu lamanya. Nanti kalau semuanya udah jadi baru saya tampilin di blog foto-fotonya, sekaligus keterangan harga dan tempat memesan. Insya Allah kalau semua lancar kami bisa pindahan di minggu Idul Adha. Semoga lancar Ya Allah..

Nah, untuk sementara ini saya mau tampilin foto-foto progress rumah dua minggu lalu. Hihii..progress rumah yang minggu ini lupa saya foto. Jadi sementara saya tampilin yang dua minggu lalu ya. Foto terbarunya nanti menyusul minggu depan setelah saya ke Cikarang lagi. Cekidot!

20121014-161454.jpg

Keramik dinding dan meja dapur udah dipasang. Jadi cantik dapurnya. Saya beli keramiknya di Percetakan Negara. Very recomended untuk yang mau cari keramik dengan harga lebih murah daripada di toko bahan bangunan lain dengan motif yang beraneka ragam. Di Mitra 10 juga recomended kok. Sayangnya saya kurang sreg sama pelayanannya. Kurang tanggap dan kurang membantu customer yang suka kebingungan pilih-pilih motif yang cocok.

Keramik dindingnya saya beli yang merek Roman, harganya Rp 135.000/box untuk yang motif daun, dan Rp 125000/box untuk yang polosnya. Ukurannya 20 x 60. Ini teksturnya dove. Halus dipegang, tapi tetap mudah dibersihin kalo ada noda. Wajib lho pilih keramik yang mudah dibersihin dari noda untuk dapur yang pastinya bakal jadi tempat paling sibuk di rumah (berasa jago masak =p).

Kalau untuk keramik mejanya saya beli granit merek Exxel One. Jenis granit yang lumayan murah dibanding granit lain, tapi kualitasnya tetap ga kalah sama yang lebih mahal. Janjinya sih tahan noda, tahan gores, dan kuat. Kita lihat nanti yaa setelah pemakaian. Harga per boxnya Rp 195.000. Ukurannya 60 x 60.

20121014-162251.jpg

Ini keramik dinding kamar mandi. Mereknya Habitat keluaran dari Milan (Eh apa Mulia ya. Saya lupa, hehe). Harganya Rp 95.000/box untuk yang motif bunga, dan Rp 90.000/box untuk yang polos. Teksturnya juga dove. Janji si penjual sih, kamar mandi saya akan terlihat elegan kalau pilih motif yang ini. Kita lihat nanti ya kalau udah jadi. Keramik merek Habitat ini kayaknya lagi naik daun deh, motifnya banyak, dan cantik-cantik.

20121014-163001.jpg

Tangganya udah jadiiii. Modelnya minimalis banget. Tapi ga papa. Memang ini yang saya mau. Lebih cocok untuk rumah kecil kami. Daripada tangga-tangga klasik yang modelnya macem-macem. Nanti malah jadi berkesan mempersempit ruangan. Saya minta tangganya dikasih pintu pengaman di atas dan di bawah. Dika hobi banget naik tangga sendiri soalnya. Saya agak worry kalau saya atau mba’nya lagi lengah, tau-tau Dika udah naik tangga. Kalau Dika udah gede, pintunya bisa dilepas tanpa merusak model tangga. Nanti kalau ada adeknya lagi, bisa dipasang lagi deh. Btw, itu jemuran handuk merusak pemandangan ya. Punya tukangnya numpang ngejemur disitu, hihi.

20121014-163427.jpg

Ini kamar pembantu di lantai atas belakang. Nanti di depannya ada teras untuk jemuran dan tempat cuci baju.

20121014-163607.jpg

Tangga belakang menuju ke kamar pembantu. Di bawah tangga akan dibuat taman kecil dan kolam ikan (rencananya). Itu ada foto Dika digendong mba’nya lagi berdiri di teras belakang, hihi. Tangga belakang sama tangga dalam motifnya sama. Garis-garis minimalis. Kalau tangga yang buat kontraktornya. Jadi saya belum tahu berapa rincian harganya.

Kenapa tangganya ada dua? Karna rumah kami ditingkatnya separo-separo. Tingkat di atas ruang tamu untuk jadi ruang keluarga. Tingkat belakang khusus kamar pembantu, tempat jemur, dan tempat cuci baju. Tapi kontraktornya sengaja bikin tinggi lantainya sama antara tingkat depan dan belakang. Jadi kalau nanti kami punya rejeki dan pengin full’in tingkatnya, bisa disambungin depan sama belakang (ammiinn..).

20121014-164257.jpg

Ini tampilan dapur keseluruhan. Ukurannya 3 x 3 meter. Tembok pembatasnya sengaja dibuat separo biar dapurnya terbuka dan ruangannya terlihat luas. Antara dapur dan teras belakang dikasih pintu koboi yang tingginya sama dengan tembok separo itu. Hehe, ini dapurnya udah berantakan duluan dipake tukang untuk masak dan naruh bahan makanan.

Sekian review progress rumah kali ini. Fotonya sih masih keliatan berantakan ya. Tapi khan namanya juga mau review perkembangan rumah. Jadi biar keliatan prosesnya. Next time saya tulis lagi progressnya (yang minggu ini). Tapi kalau saya ada waktu lagi buat nulis ya.

Mohon bantu doanya yaa supaya proses pembangunannya lancar sampai selesai. Pindahannya lancarr. Dan setelahnya kehidupan kami juga bisa lancarrr setelah tinggal di rumah itu. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s