Rencana bikin bisnis bareng teman-teman SMP

Beberapa hari ini otak saya lagi dipenuhi hal-hal yang ga biasanya. Biasanya keseharian saya selalu mikirin hari ini masak apa, perbendaharaan kata apa aja yang udah bisa diucapkan Dika, gimana sekolah Dika nanti, uang belanja tinggal berapa, papanya Dika lagi ngapain ya di kantor (hush, ini jarang-jarang kok =p), dan lain sebagainya yang berhubungan dengan ngurus suami, anak, dan rumah (plus kritikan dari orang sekitar tentang mengurus anak. Huh, yang ini make my bad mood). Yah, namanya aja ibu rumah tangga. Pekerjaan tersibuk di dunia! (catet itu!)

Ceritanya nih, dari hasil ngobrol iseng-iseng di whatsap group Supermom, yang isinya 5 orang teman saya saat SMP (jadi 6 plus saya), yang sekarang sama-sama udah jadi ibu muda yang lagi ribet-ribetnya ngurus anak batita, tiba-tiba kami tercetus ide untuk bikin usaha bersama. Ide awalnya sih pengin buat butik yang menjual baju menyusui untuk hijaber hasil design kami sendiri. Tapi karna untuk mencapai kesana butuh proses, yaa akhirnya kami sepakat untuk bikin online shop dulu yang menjual berbagai barang kebutuhan ibu menyusui dan bayinya. All about mom and baby’s needs deh.

Kami pun bagi-bagi tugas, Anita dan Riri yang punya ide design dapet bagian Design & Production, Fera dan Mala yang merasa lebih bisa untuk promosi dapet bagian Resources & Marketing, sedangkan saya yang merasa ga kreatif tapi doyan manage dan cinta sama angka-angka akhirnya dapet bagian Finance & Administration. Ciyeeeh, gaya banget yah kita.

Berhubung bawaan sejak lahir saya punya need of leadership (atau dominan ya) yang tinggi, jadi saya deh yang paling semangat ngoceh di whatsap tentang persiapan bikin online shop ini. Mulai keluar deh tuh ngatur-ngaturnya dan bikin jobdesc masing-masing bagian. Hihi, semoga aja ya ga ada yang ngomongin saya di belakang. Waktu saya tanya apa mereka keberatan saya sok ngatur gini, mereka bilang fine-fine aja kok. Malah katanya butuh orang kayak saya yang mau ngurusin printilan (tapi penting) kayak gitu. Semoga aja mereka ngomongnya tulus.

Sambil ngurusin Dika, saya pun curi-curi waktu bikin draft kasar tentang pembuatan online shop ini, karena banyak ide berkecamuk di pikiran saya minta ditumpahkan. Ga butuh waktu lama, draft kasar itu selesai, dan berhubung Anita lagi ga bisa buka email, akhirnya saya foto aja draft kasarnya, trus dikirim via whatsap deh. Sejauh itu lancar? Oh iya dunk. Masih bisa terorganisir sama saya.

Masalah mulai muncul waktu sore hari, saat Fera mulai ngirim link web para calon agen. Idenya Fera, mending kita dropship dulu. Jadi ga butuh modal, cukup cari pembeli. Tapi saya kurang setuju dengan idenya itu. Alasannya simple, kami khan berlima, kenapa ga dipake sumber daya manusianya untuk kumpulin modal supaya jualan kita bisa lebih eksklusif dan bisa berkembang lebih cepat. Sebelum ada ide bikin online shop bersama ini sebenarnya Fera memang mau bikin online shop sendiri. Makanya mungkin dia berpatokan sama rencananya dulu.

Setelah saya cek isi linknya, ternyata harga-harga yang dijual masih terlalu mahal untuk dijadikan agen. Model-modelnya juga banyak yang pasaran. Ide saya begini, karna tujuan awal kami adalah design sendiri baju menyusui hijaber yang nantinya akan kami jadikan branded sendiri, kenapa di awal usaha kami ga langsung fokus aja ke kebutuhan ibu menyusui hijaber, boleh lah ditambahin sedikit keperluan bayi usia 2 tahun ke bawah. Dengan begitu, barang-barang yang kami jual jenisnya terbatas dan akan jadi ciri khas online shop kami. Kalau seperti idenya Fera, kami jual berbagai barang secara dropship dengan harga yang masih lumayan mahal untuk diambil dari agen, apa bedanya online shop kami dengan online shop yang lain.

Padahal akan lebih baik konsumen mau membeli di online shop kami karna barang yang dijual modelnya lain dari biasanya (ga pasaran) dan ga bisa ditemukan di online shop lain. Jadi kami eksklusif. Mau dijual harga berapa aja pasti konsumen tetap nyarinya ke kami. Kalau tetap mau dengan ide Fera, ya ide saya cari agen dengan harga yang jauh lebih murah. Kalau perlu ke pabriknya langsung, jadi kami bisa bersaing harga dengan yang lain.

Heuffftttt ribet yah. Padahal baru planning awal inih. Akhirnya Anita datang menengahi, dan entah juga sih, sampai sekarang belum ada keputusan akhir jadinya mau ikut idenya siapa. Yah, kami memang serius mau bikin online shop ini, tapi juga ga ngoyo sih. Karna ini bisnis sampingan yang ga boleh melupakan tugas utama kami sebagai seorang ibu dan juga istri. Semoga aja bisnis ini bisa terealisasi dan pertemanan kami tetap berjalan baik. Ayo bilang amin rame-rame. Aammmmiinnn..

2 thoughts on “Rencana bikin bisnis bareng teman-teman SMP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s