Review sekolah toodler untuk Dika

Sejak pertama kali pindah ke rumah Cikarang, saya udah niat banget mau cari sekolah untuk Dika. Banyak orang pasti bertanya-tanya, “Emang umurnya Dika berapa sih?”, “Kecil-kecil kok udah sekolah?“. Whatever they say, yang jelas saya punya pandangan dan pemikiran sendiri tentang sekolah untuk Dika, dan sebagai orang tuanya saya punya hak donk ya untuk merancang bagaimana pendidikannya sejak dini, tentunya dengan melihat dimana minat Dika, apa yang dia suka, dan dimana tempat yang membuatnya nyaman.

Lagipula penggunaan kata “sekolah” itu sendiri ga harus melulu dikaitkan dengan belajar baca, tulis, hitung. Tapi juga bisa dikaitkan dengan belajar bersosialisasi, belajar sambil bermain (misal membuat prakarya), atau belajar berperilaku baik dan teratur dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah seperti ini yang saya maksudkan untuk Dika. Sekarang ini juga para guru dan orang tua sudah semakin pintar kok untuk bisa memilah materi apa yang cocok untuk anak sesuai dengan usianya.

Jadi, terlepas dari semua komentar orang yang mungkin ga mendukung seratus persen, saya tetap maju jalan untuk mencari sekolah yang paling tepat untuk Dika. Setelah saya survey sana sini, saya mendapatkan beberapa pilihan yang sesuai dengan kriteria saya. Cukup kaget juga kalau melihat nominal uang sekolahnya. Jaman sekarang sekolah usia dini aja muahalnya udah nyaingin uang kuliah jaman saya kuliah dulu. Bahkan mungkin uang sekolah kelas toodler atau pre school bisa lebih mahal daripada SD negeri di daerah yang sama.

Perihal uang sekolah yang mahal ini, saya sih lebih melihatnya sebagai hal yang positif. Alat bantu yang dipakai, kesabaran guru pendamping, dan juga skill plus plus yang dibutuhkan guru kelas toodler atau pre school pastinya jauh lebih banyak atau lebih besar dibanding guru untuk anak sekolah dasar. Jadi biaya yang dibutuhkan lebih besar. Yah, asal ga mengganggu stabilitas keuangan keluarga tiap bulannya sih Insya Allah ga papa ya untuk bekal Dika di masa depan.

Berikut ini nama sekolah yang di dalamnya tersedia kelas toodler atau pre school berdasarkan hasil survey saya di sekolah-sekolah daerah Jababeka dan Lippo Cikarang :

1. Kelas toodler di Sekolah Islam Al Azhar 12, Jababeka

Kelebihan : Al Azhar adalah sekolah tujuan utama kami. Mengingat reputasinya sebagai sekolah Islam yang sudah terkenal dimana-mana, dan masih sulitnya mencari sekolah usia dini yang kualitasnya bagus di daerah Cikarang. Bangunannya juga besar. Lengkap dari playgroup sampai SMP. Mesjid besar sedang dibangun. Sepertinya Al Azhar masih akan terus mengembangkan fasilitas sekolahnya.

Kekurangan : Tapi sayangnya, Al Azhar sangat kaku dengan peraturan usia minimal 3 tahun untuk awal sekolah usia dini (kelas Toodler). Untuk anak-anak seperti Dika yang kelahiran setelah bulan Juli (Dika lahir November) akan sering dirugikan dengan kekakuan peraturan ini. So, kami ga bisa sekolahin Dika di Al Azhar untuk tahun ajaran 2013/2014 karena usianya masih kurang dari 3 tahun (padahal cuma kurang 4 bulan, hih). Selain itu, biayanya mahil banget book untuk ukuran playgroup, sayang banget ah. Coret langsung Al Azhar.

Respon Dika  : Belum sempat lihat bagaimana responnya. Karna waktu saya datang untuk nanya informasi, penerimaan gurunya terlalu formil dan ga mengizinkan anak untuk melihat-lihat kelas atau permainan yang tersedia.

2. Kelompok Bermain di Spring Garden School, Jababeka

Kelebihan : Bangunannya besar dan bagus. Lengkap dari playgroup sampai SD. Banyak rekomendasi juga dari beberapa kenalan. Paling dekat jaraknya dari rumah. Bahasa pengantar memakai bahasa Indonesia, tapi anak tetap akan diajarkan bahasa Inggris secara bertahap. Playgroundnya besar, sangat terawat, dan permainannya banyak. Menerima anak usia kurang dari 3 tahun untuk masuk kelas Kelompok Bermain (anak titipan), dengan catatan orang tua bersedia anaknya di kelas KB 2 tahun, atau di TK-A 2 tahun. Untuk biaya masih cukup terjangkau. Memang lebih mahal dibanding playgroup biasa (walopun tetep Al Azhar yang termahal), tapi sepadan lah dengan fasilitas dan kualitas pengajarnya.

Kekurangan : Kategori sekolah umum, jadi ga ada pembelajaran khusus tentang Islam seperti di Al Azhar. Jam sekolah untuk KB masuk tiap hari, kasian juga yaa masuk tiap hari. Bisa pilih kelas pagi (jam 07.30-10.00) atau kelas siang (jam 10.00-12.30).

Respon Dika  : Guru (bahkan kepala sekolahnya) mengizinkan Dika untuk mencoba permainan di playground. Mereka juga mencoba mendekati anak dengan cukup luwes. Dika juga sempat ikut trial class. Awalnya Dika nangis karna takut melihat miss (panggilan untuk gurunya). Tapi waktu liat banyak mainan, Dika langsung minta main dan miss mengizinkan dia melakukan apa saja yang dia suka di dalam kelas. Supaya Dika bisa kenal lingkungan dan nyaman dulu dengan kelasnya. Tiap naik mobil lewat sekolah ini Dika selalu nunjuk-nunjuk sambil bilang “sekolah Dika”.

3. Kelas Nursery di Kiwi Kids, Jababeka

Kelebihan : Sekolah ini lumayan bagus sih dari segi materi pembelajaran dan fasilitas bermain. Seragamnya juga lucu, colourful, polkadot, enak deh diliatnya. Usia kurang dari 3 tahun masih diterima, karna bisa masuk kelas Nursery (2-3 tahun). Masuk sekolah seminggu 3 kali, jadi ada waktu istirahat. Dari segi biaya hampir sama dengan di Spring Garden. Kalau dihitung detail lebih mahal di Kiwi Kids. (Berarti mending Spring Garden ya, fasilitas jauh lebih banyak, biaya lebih murah sedikit dari Kiwi Kids).

Kekurangan : Bangunannya kecil, hanya rumah sekitar tipe 70 yang diubah menjadi sekolah. Playgroundnya hanya sedikit permainannya dan kurang terawat. Kondisi kelas yang kecil juga kurang terawat, sehingga terlihat agak berantakan. Bahasa pengantar adalah bahasa Inggris. Kenapa saya anggap ini kekurangan? Karna saat saya survey sekolah ini, bicara Dika belum begitu lancar. Saya khawatir kalau bicaranya belum lancar dan sudah dicekoki bahasa Inggris, justru akan bikin dia jadi bingung. Jadi saya mau yang bertahap aja. Selain itu, secara ga sengaja saya melihat jadwal kegiatan tahunan, dimana ada perayaan Valentine’s Day di tanggal 14 Februari, papanya Dika langsung say no deh untuk sekolah ini. Maklum aja, sejak dulu papanya Dika memang ga pernah mau ikutan acara ginian. Karna bukan budaya Muslim. Apalagi untuk Dika yang masih batita. Takutnya Dika akan menganggap Val’day itu harus dirayakan. Yaahh jaga-jaga aja demi kebaikan anak. Agar ga ada kesalahan dalam menanamkan kebiasaan sejak dini. Coret langsung Kiwi Kids. Karna papanya Dika langsung bilang ga.

Respon Dika : Saat saya sedang ngobrol dengan kepala sekolahnya (yang amat sangat membanggakan sekolah ini), Dika diizinkan untuk bermain di playground dan dia senang. Tapi sayangnya Dika ga boleh ikut trial class sebelum benar-benar mendaftar. Jadi belum tau responnya di sekolah. Tiap kami naik mobil lewat Kiwi Kids, Dika slalu inget dan nunjuk-nunjuk sambil bilang “sekolah..sekolah”.

4. Kelas 2-3 di Tumble Tots, Lippo Cikarang

Kelebihan : Ga tahu kelebihannya apa, hehe. Cuma karna dulu waktu di Jati Asih, Dika pernah ikut kelas baby di Tumble Tots (karna disana ga ada sekolah lain untuk baby). Mungkin tingkatan kelas yang bervariatif bisa jadi kelebihan. Karna menyediakan kelas mulai dari baby sampai TK.

Kekurangan : Biaya bulanan di Tumble Tots lumayen mahel, dengan kegiatan yang hanya berfokus pada motorik kasar saja. Waktu masih di kelas baby mungkin masih worth it lah ya, karna umur di bawah 2 tahun anak baru mengembangkan motorik kasar aja, jadi sudah cukup lah di Tumble Tots. Tapi untuk anak usia di atas 2 tahun sudah perlu pengembangan motorik halus. Jadi sayang aja kalau saya ambil di Tumble Tots dengan biaya yang sama dengan di Spring Garden atau Kiwi Kids, tapi pembelajaran yang didapat disini sedikit banget. Lokasinya juga jauuh, di Lippo Cikarang, hehe.. Cuma setengah jam sih dari rumah klo ga macet, kalo macet bisa sejam. Kasian ah Dikanya. Kalo ada yang lebih deket dan lebih bagus, ngapain pilih yang jauh. Coret juga ah Tumble Totsnya.

Respon Dika  : Ga tau responnya gimana, karna ga ada trial class dan ga ada playground yang bisa dicoba. Dulu sih waktu di kelas baby dia seneng-seneng biasa aja. Mungkin karna dulu belum terlalu ngerti lingkungan sekitar kali yaa,

5. Kelas Pre School A di Little Bee Moslems, Lippo Cikarang

Kelebihan : sekolah Islam dari playgroup sampai TK. Sempat lihat jadwal kegiatannya juga bagus banget. Tiap hari diajarin doa-doa, tiap Jumat sholat berjamaah. Biaya amat sangat terjangkau, bisa dibilang yang paling murah diantara sekolah yang saya review.

Kekurangan : Masih ragu bisa menerima Dika atau ga, karna usianya kurang dari 3 tahun. Bangunannya kecil, hanya satu ruko. Kelasnya pun cuma dua dan disekat papan kecil. Lebih mirip TPA sih sebenarnya daripada sekolah. Lokasinya di Lippo Cikarang dan masih jauuuuuuhh lagi ke daerah bagian belakang Lippo. Kasian Dikanya kalo kejauhan. Kayaknya alamat dicoret juga nih.

Respon Dika : Belum sempat bisa melihat bagaimana responnya, karna kami belum ada kesempatan untuk kunjungan kedua sambil minta trial class.

6. Kelas Junior di Tumblerina Jr, Jababeka

Kelebihan : ada kelas Junior untuk yang masih 2 tahun. Playgroundnya lumayan, tapi ga sebesar Spring Garden. Biaya lumayan terjangkau, di bawah Spring Garden dan Kiwi Kids.

Kekurangan : Kelasnya sedikit dan sempit. Guru dan kepala sekolahnya kurang welcome waktu kami datang. Feelingnya udah ga nyaman deh disitu. Sempat lihat ada anak playgroup main tablet di playground. Ya ampun nak, itu di sekelilingmu banyak teman-teman dan permainan, kok dia malah sibuk sendiri ya. Sayangnya guru ga melarang atau negur anak itu untuk ga bawa tablet ke sekolah. Ckckck..

Respon Dika : Sempat coba main di playground, tapi cuma sebentar. Biasa aja tuh responnya, hehe.

Nah, dari sekian pilihan di atas, berdasakan hasil pertimbangan dan rembugan antara saya dan papanya Dika, maka kami memutuskan pilihan sekolah Dika adalah “KELOMPOK BERMAIN di SPRING GARDEN SCHOOL”. Hihihi,,udah ketebak yaa. Walopun masih ada yang agak ganjel sih, soal pendidikan Agama Islam itu. Karna sayang golden age’nya kalo ga dikasih pendidikan Agama Islam.

Yaahh solusinya sih antara Dika nanti TK baru pindah ke Al Azhar, atau waktu SD cari TPA (Taman Pendidikan Agama) untuk dia ngaji sore harinya. Soal jam sekolah, kami ambil siang biar Dika dan mamanya lebih santai, ga grabak grubuk pagi-pagi. Kalau Dika lagi capek sekolah karna masuk tiap hari, yaa bolehlah dia sekali-sekali ga masuk. Oiya, soal anak titipan itu cuma nama doang ya. Jadi Dika tetap sama dengan yang lainnya. Pake seragam, bermain dan belajarnya sama, dan hampir 50% murid KB itu anak titipan alias kurang dari 3 tahun. Keuntungannya kami ga perlu bayar biaya tahunan dulu, karna anak titipan akan ada pengulangan di KB atau TK. Lumayann..2,500k masuk kantong lagi =p

Tiap orang tua pasti punya pilihan masing-masing sesuai kriteria yang mereka mau. Hal pertama yang terpenting saat ini adalah anaknya mau bersekolah di tempat yang sudah dipilihkan dan bisa merasa nyaman. Kalau sudah nyaman, insya Allah semua pembelajaran yang diberikan sekolah bisa efektif. Untuk saat ini kami memilih Spring Garden School. Entah bagaimana tahun depan atau seterusnya, apapun pilihan kami semogaaa bekal yang kami kasih sejak dini bisa bermanfaat untuk kamu sampai akhir hayatmu ya sayang. Doain mama papa banyak rezekinya yaa, biar bisa sekolahin kamu yang tinggiiii, dan bisa kasih pendidikan yang terbaik untuk Dika. Yeaaaaayyyyy Adika siap sekolah!!!!!🙂

5 thoughts on “Review sekolah toodler untuk Dika

    • Maaf baru sempat balas. Akhirnya Dika sekolah di Spring Garden School. Untuk biaya kan tiap tahun naik ya. Nanti saya cek dulu ya sekolah utk tahun ajaran 2016 berapa biayanya. Klo sudah ada nanti saya share lg biayanya disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s